Sabtu, 19 Oktober 2013

Pengertian Manajemen dan Kepemimpinan

MATA KULIAH : PSIKOLOGI MANAJEMEN
KODE MATAKULIAH / SKS = IT - 051235 / 2 SKS
Minggu Pertama, Sub Pokok Bahasan : Managemen dan Kepemimpinan

Pengertian Manajemen dan Kepemimpinan
Pengertian Manajemen (Definition of Management)
            Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman. Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :
 - Manajemen sebagai suatu proses,
-  Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
-  Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)

Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.
            Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi. Selanjutnya, Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
            Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.
            Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.   Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen juga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni.

            Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen. Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri. Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal.

            Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

Fungsi Managemen :
            Pada umumnya ada empat (4) fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling).

a.       Fungsi Perencanaan :
Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.
b.      Fungsi Pengorganisasian
Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan
c.       Fungsi Pengarahan
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.
d.      Fungsi Pengendalian
Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.

 Kepemimpinan
            Konsep kepemimpinan merupakan komponen fundamental di  dalam menganalisis proses dan dinamika di dalam organisasi. Untuk itu  banyak kajian dan diskusi yang membahas definisi kepemimpinan yang  justru membingungkan. Menurut Katz dan Kahn (dalam Watkin, 1992)  berbagai definisi kepemimpinan pada dasarnya dapat diklasifikasikan  menjadi tiga kelompok besar yakni “sebagai atribut atau kelengkapan dari  suatu kedudukan, sebagai karakteristik seseorang, dan sebagai kategori  perilaku”.

            Pengertian kepemimpinan sebagai atribut atau kelengkapan suatu  kedudukan, diantaranya dikemukakan oleh Janda (dalam Yukl, 1989)  sebagai berikut.  

            “Leadership is a particular type of power relationship characterized by a  group member’s perception that another group member has the right to  prescribe behavior patterns for the former regarding his activity as a group  member”. (Kepemimpinan adalah jenis khusus hubungan kekuasaan  yang ditentukan oleh anggapan para anggota kelompok bahwa seorang  dari anggota kelompok itu memiliki kekuasaan untuk menentukan pola  perilaku terkait dengan aktivitasnya sebagai anggota kelompok, pen.).

            Selanjutnya contoh pengertian kepemimpinan sebagai karakteristik  seseorang, terutama dikaitkan dengan sebutan pemimpin, seperti  dikemukakan oleh Gibson, Ivancevich, dan Donnelly (2000) bahwa  “Leaders are agents of change, persons whose act affect other people more than  other people’s acts affect them”, atau pemimpin merupakan agen perubahan,  orang yang bertindak mempengaruhi orang lain lebih dari orang lain  mempengaruhi dirinya.  Adapun contoh pengertian kepemimpinan sebagai perilaku  dikemukakan oleh Sweeney dan McFarlin (2002) yakni: “Leadership involves  a set of interpersonal influence processes. The processes are aimed at motivating  sub-ordinates, creating a vision for the future, and developing strategies for  achieving goals”, yang dapat diartikan bahwa kepemimpinan melibatkan seperangkat proses pengaruh antar orang. Proses tersebut bertujuan  memotivasi bawahan, menciptakan visi masa depan, dan mengembangkan  strategi untuk mencapai tujuan.  
           
  Sehubungan dengan ketiga kategori pengertian di atas, Watkins  (1992) mengemukakan bahwa “kepemimpinan berkaitan dengan anggota  yang memiliki kekhasan dari suatu kelompok yang dapat dibedakan  secara positif dari anggota lainnya baik dalam perilaku, karakteristik  pribadi, pemikiran, atau struktur kelompok”. Pengertian ini tampak  berusaha memadukan ketiga kategori pemikiran secara komprehensif  karena dalam definisi kepemimpinan tersebut tercakup karakteristik  pribadi, perilaku, dan kedudukan seseorang dalam suatu kelompok.  

            Berdasarkan pengertian tersebut maka teori kepemimpinan pada dasarnya  merupakan kajian tentang individu yang memiliki karakteristik fisik,  mental, dan kedudukan yang dipandang lebih daripada individu lain  dalam suatu kelompok sehingga individu yang bersangkutan dapat  mempengaruhi individu lain dalam kelompok tersebut untuk bertindak ke  arah pencapaian suatu tujuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar