Minggu, 10 Mei 2015

Just Contemplation ...

Pernahkah merasa sepi jiwa, ada yang hilang saat-saat yang dirindukan tak pernah menyapa? Menggelintir hati seoalah jatuh menukik dari awan yang jatuh kedalam dataran bumi? Menggelora api kacau didalam hati, serasa merana tanpa ampun, menohok kedalam samudra jiwa yang amat jauh.. pelan hingga dinding itu tembus lalu pecah, inikah mungkin perasaan pesakitan yang dialami ketika seseorang patah hati, mendalam seolah ia adalah makhluk paling sengsara..

Pada awalan berbinar cerita, indah elok, tanpa cacat dalam setiap bias mata memandangnya, ada refleksi cinta yang amat sangat.. mengibarkan bahagia ke relung hati seperti serpihan debu berterbangan... seperti reranum para mawar yang semerbak meninggalkan wangi dalam kuncup-kuncup saat bermekaran.. sumringah didada tiada kira, menyambut aroma nya yang seperti tertarik terus menerus, makin melekat...


Iyakah iman pada sang Esa begitu juga dirasa? Saat kefuturan melanda rindu menggebu namun menyesakan karena benar-benar ada yang telah hilang... patah hati, melebur, runtuh, kacau ...  namun saat kaki langkah dalam jalan lurus ia menemukan nya kembali, mutiara itu.. iman terengkuh dalam jiwa-jiwa yang sepi sebelumnya.. jatuh cinta kembali pada sang Iman, iman pada Islam yang menghantarkan pada yang Ikhsan...



Rabu, 07 Januari 2015

Islamic worldview : Pondasi awal berfikir seorang muslim

             Didalam didunia ini, tentulah bangkitnya suatu peradaban karena memiliki cara pandang atau keyakinan dasar terhadap sesuatu yang ia adalah sebuah ciri yang khas, yang ketika berbagai keyakinan atau cara pandang itu menjadi suatu pandangan hidup (worldview) untuk memahami setiap lini kehidupan, dan menjadikannya ia asas dalam proses berfikir, berpola, ataupun berperilaku baik dalam kehidupan secara individu, bermasyarakat, sampai pada ranah politik dan bernegara, termasuk juga pada tatanan keilmuan menyangkut objek-objek permasalahan yang dibahas.

            Sebuah pandangan hidup (worldview) dimiliki oleh setiap manusia, yang dengan  nya akan terbentuk sebuah karakter dalam dirinya. Seperti hal nya seorang manusia yang memiliki cara pandang hidup Islam (Islamic worldview) pastilah, segala gerak geriknya akan menyesuaikan dengan pola pikir Islam. Akan terbaca pada setiap apa yang ia lisankan, dan apa yang ia perbuat. Berbeda dengan seseorang yang memiliki cara pandang selain Islam, cara pandang barat misalnya (westerend worldview) ia akan bertingkah dan berperilaku seperti pada umumnya masyarakat barat. Bisa kita ambil contoh misalnya seorang muslimah yang memiliki Islamic worldview dalam memandang perempuan, akan sangat jauh berbeda dengan seorang perempuan non muslimah yang memiliki cara pandang sekuler, seorang muslimah akan memandang dirinya itu mulia, akan memandang dirinya ketika menutup aurat menjadi perempuan terhormat, karena ia adalah salah satu bentuk dalam ketaatan pada Allah, Tuhan yang menciptakan nya. berbeda dengan perempuan non muslimah tadi, ia akan memandang seorang perempuan yang menutup aurat atau mengenakan jilbab adalah sebuah diskriminasi, sebuah doktrin, dan pengekat kebebasan setiap manusia, terlebih lagi ketika perempuan ini berfikir sesuai pemikiran kesetaraan gender, maka semakin buruklah citra perempuan ketika seorang perempuan berada dalam ranah domestik, yang pekerjaanya mengurus rumah tangga.

            Menurut Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, Islam memiliki worldview (pandangan alam/pandangan hidup) yang berbeda dengan pandangan hidup agama/ peradaban lainnya. Al-Attas menjelaskan sejumlah karakteristik pandangan hidup Islam, antara lain: berdasarkan kepada wahyu, tidak semata-mata merupakan pikiran manusia mengenai alam fisik dan keterlibatan manusia dalam sejarah, sosial, politik, dan budaya.  tidak bersumber dari spekulasi filosofis yang dirumuskan berdasarkan pengamatan dan pengalaman inderawi serta ia mencakup pandangan tentang dunia dan akhirat.

            Jadi, menurut al-Attas, pandangan hidup Islam adalah visi mengenai realitas dan kebenaran (the vision of reality and truth), atau pandangan Islam mengenai eksistensi (ru’yat al-Islam lil wujud). Al-Attas menegaskan, bahwa pandangan hidup Islam bersifat final dan telah dewasa sejak lahir. Islam tidak memerlukan proses ’pertumbuhan’ menuju kedewasaan mengikuti proses perkembangan sejarah. Jadi, karakteristik pandangan hidup Islam adalah sifatnya yang final dan otentik sejak awal. Ini sangat berbeda dengan sifat agama-agama lainnya maupun kebudayaan atau peradaban umat manusia yang berkembang mengikuti dinamika sejarah.

            Oleh karenanya, seseorang yang memiliki Islamic worldview, akan selalu merasa bahwa apa yang dibawa Islam adalah yang benar, sebuah cara untuk menuju Allah yang Allah ridhai. Pandangan hidup Islam terbentuk dari serangkaian pemahaman tentang konsep-konsep pokok dalam Islam, seperti konsep Tuhan, konsep kenabian, konsep agama, konsep wahyu, konsep manusia, konsep alam, dan konsep ilmu. Seluruh elemen itu terkait satu dengan lainnya, dan konsep Tuhan menjadi landasan bagi konsep-konsep lainnya. (Dr. Adian dalam makalah Islamic Worldview).

            Jelas bagi kita, setiap insan pasti memiliki cara pandang tersendiri mengenai, alam dan kehidupan, hanya saja. Benar atau tidak nya cara pandang itu adalah yang sesuai dengan Islam. Karena memang Islam lah satu-satu nya agama yang benar, yang memiliki semua konsep dalam setiap sekelumit permasalahan manusia yang mampu menyelesaikan nya dari akar hingga tuntas. Maka selayaknya untuk kita seorang muslim, wajib berbangga terhadap Islam dan semua tatanan konsep yang ada didalamnya, menjadikannya sebuah ideologi berfikir kita dan identitas yang hakiki bagi seorang muslim.


Wallahua’lam bissowab...

Minggu, 04 Januari 2015

Just Think

Secara tidak sengaja saat membuka folder-folder di laptop aku menemukan banyak tulisan, tulisan yang tak pernah aku publish, karena ia menjadi bagian dari rahasia hati (wa elah), tidak perlu diungkap apa tulisannya, karena yang membaca mungkin tak perlu tahu, bukan tak perlu malah tak mau tahu :D

Saat kehidupan terus mengalir, bukan mengalir apa adanya ya, tapi ada apanya.. (apasih) pastilah kita pernah mengalami fase dimana kita bertingkah labil, emosional, yahh tepat sekali mungkin itu dirasa ketika remaja.. tapi sekarang aku bukan remaja lagi, aku sudah beranjak dewasa tapi entahlah aku tetap merasa bahwa aku masih anak kemarin sore!

Manjaku, kelabilanku, kekanakanku, masih serasa melekat sampai saat ini, bahkan aku tak tahu bagaimana cara menjadi dewasa.. hahaha entahlah aku tak mau memikirkan itu, eittss tapi harus aku fikirkan! Yaa baikalah akan kupikirkan sejauhmana sampai saat ini aku mendewasakan diri.. dan aku memberi pengaruh dan teladan seperti apa untuk adik-adik ku... (adik kelas maksudnya, kan aku anak bungsu weekkk)...

Okey kembali kecerita, emang lagi cerita apasih kita? Hah kita? Ohh iyaa gue aja kalii eluu kagak.. :P

Proses pendewasaan diri memang kadang tak harus dilihat dari berapa banyak bilangan usia, tapi bagaimana individu itu mampu berfikir, bersikap, dan berperilaku, secara bijaksana dalam setiap moment, tidak hanya sekedar saat menghadapi masalah, melainkan dalam pergaulan dan kehidupan sosial dengan yang lain.. (Cieee sok berteori)

Harus aku akui, bahwa aku bukan anak remaja lagi, yang setiap tulisan harus bernada galau.. masalah yang mengelilingiku hanya bersekat pada asmara saja (hueekkks ampun dah) tapii sekarang aku mengahadapi hal yang lebih dari itu, lebih dari sekedar rumit, lebih dari sekedar benang kusut, lebih besar dari badan gajah yang ada diragunan dan taman safari, lebih tinggi dari leher jerapah dan lebih panjang dari meteran...

Aku menjadi bagian dari orang dewasa yang memiliki banyak kompleksitas keruwetan masalah yang sulit terorganisir dan menghantam banyak benalu yang ada didepan mata (ini aku ngomong apa sih kayaknya kena vickynisasi syndrome nii jangan-jangan -____-) yaah intinya begitu, saat aku harus bisa mngatur diriku sendiri, saat aku harus banyak belajar, membaca, merenungi setiap persoalan ku dengan bijaksana, saat aku harus mampu menjadi pribadi yang bisa menyelesaikan masalah ...

Namun masalah ku saat ini bukan sekedar bergelut pada masalah pribadi, keluarga, aku harus mampu berfikir bahwa masalahku begitu meluas ini tentang masyarakat, ini tentang ummat, ini tentang kemajuan arah suatu peradaban.. (naah kan masalahnya gede banget)..

Berhentilah untuk menjadi manusia paling apatis sedunia, tidak peduli bahkan rasa empati sudah terkikis habis oleh sifat individualisme yang mengakar, berhentilah menjadi manusia paling angkuh dan berotak kapitalis yang semua keuntungan hanya bermuara kepada diri sendiri dan pihak pribadi, berhentilah menjadi manusia pemangsa yang rakus dan krisis akan kemanusiaan sehingga sesama manusia tidak saling memanusiakan manusia, apakah saat ini mata kita tertutup oleh keegoisan diri? Egosentrisme yang berujung pada ketidakpedulian sosial?

Maka problematika dan kerusakan yang ada dalam tatanan masyarakat saat ini menjadi pekerjaan kita semua, pembenahan terhadap kerusakan yang ada dalam kerangka sosial kita saat ini adalah masalah kita bersama, rusaknya sistem tatanan kehidupan, degradasi moral, kehilangan adab, rusaknya ilmu, hingga salahnya pengaturan sistem dalam ketatanegaraan adalah pekerjaan kita bersama..

Andai engkau yang mengaku dewasa, andai engkau yang mengaku manusia pemikir, andai engkau manusia yang ingin melakukan perbaikan.. ini PR kita saat ini...
Dan aku? Aku siapa aku? Aku kah bagian dari itu? Iya seharusnya..!



Minggu, 04 desember 2014 .. sudut kamarku ketika hujan menjadikan aku ingin menulis, menulis suatu hal yang mungkin orang tak pernah akan membacanya, tapi buatku ini cara aku mendewasakan diri.. dengan perenungan dan intropeksi.. 

Jumat, 02 Januari 2015

Kecerdasan Buatan (ARTIFICIAL INTELLIGENCE)

Definisi Kecerdasan Buatan

H. A. Simon [1987] : “ Kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang -dalam pandangan manusia adalah- cerdas”

Rich and Knight [1991]:
“Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.”

Encyclopedia Britannica:
“Kecerdasan Buatan (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan”

Tujuan dari kecerdasan buatan menurut Winston dan Prendergast [1984]

1. Membuat mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama)
2. Memahami apa itu kecerdasan (tujuan ilmiah)
3. Membuat mesin lebih bermanfaat (tujuan entrepreneurial)

Senin, 17 November 2014

Syiah

Sejarah Syiah       
   
            Ada yang menganggap syiah lahir pada masa akhir kekhilafahan Utsman bin Affan, atau pada masa awal kepemimpinan Ali bin Abi thalib, pada masa itu terjadi pemberontakan terhadap khalifah Utsman bin Affan, yang terakhir dengan kesyahidan Utsman dan ada tuntutan ummat agar Ali bin Abi thalib dibaiat menjadi khalifah. 

Namun pendapat yang paling popular adalah bahwa syiah lahir setelah gagalnya perundingan antara pihak pasukan Ali bin Abi Thallib dengan pihak Muawiyah bin Abu Sofyan di Siffin yang lazim disebut At-Tahkim (Arbitrasi). Akibat kegagalan itu sejumlah pasukan Ali menentang kepemimpinannya dan keluar dari pasukan Ali bin Abi thalib, mereka ini disebut golongan Khawarij, (orang-orang yang keluar dari barisan Ali) akan tetapi sebagian besar yang setia pada Khalifah disebut Syiah Ali (Pengikut Ali).

            Istilah Syiah pada era kekhalifahan Ali hanyalah bermaknan pembelaan dan dukungan politik. Syiah ali yang pertama kali muncul pada era kekhalifahan Ali bin Abi Thalib, bisa disebut sebagai pengikut setia khalifah yang sah pada saat itu melawan pihak muawiyahdan hanya bersifat kultural, bukan bercorak Aqidah seperti yang dikenal pada masa sesudahnya dan sampai sekarang ini. Sebab kelompok setia syiah Ali yang terdiri dari sebagian sahabat Rasulullah dan sebagian besar Thabi’in pada saat itu tak ada satupun yang berkeyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib lebih utama dan lebih berhak atas kekhalifahan setelah Rasulullah daripada Abu Bakar dan Ummar bin Khatab, bahkan Ali sendiri ketika menjadi Khalifah menegaskan dari atas mimbar masjid Kuffah ketika berkhutbah bahwa “sebaik-baik umat Islam setelah Nabi Muhammad SAW, adalah Abu Bakar dan Ummar bin Khattab” demikian pula jawaban beliau ketika ditanyaoleh putranya yaitu Muhammad ibn Al Hanafiyah seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim (Hadist no 3671) (1)

Tentang Syiah

            Keberadaan syiah di indonesia, sudah dalam taraf mengganggu, sudah menyebar kemana-mana, misal secara terang-terangan menghina Istri Nabi, menjelekan para Sahabat, mengkafirkan bahkan lebih parah dari itu. Sebenarnya ada isu yang dibelokan mengenai syiah, dari kalangan syiah menuduh kaum sunni, memiliki sifat takfiri, mengingkari ukhuwah, tidak mau bersahabat dengan syiah, sehingga dibuatlah, buku bukti syiah tidak ada perbedaan antara sunny dan syiah, padahal sebenarnya, fakta sebenarnya ada perbedaan mendasar yang tidak diekspos dalam masyarakat, sehingga seperti tidak ada perbedaan antara sunni dan syiah. Sebagai contoh sayidinna ummar masuk didalam khamar fathimah, yang pada saat itu sedang hamil, pintu didobrak dan kandungan fathimah digugurkan. Mungkinkah itu? Sedangkan mereka bersahabat antara ali dan ummar. Drama yang seperti ini diciptakan dan benar-benar sebuah pembohongan besar.

Apa beda sunni dan syiah?

            Perbedaan dalam islam ada tiga, yang pertama furu seperti qunnut dan ada yang tidak, kedua nya benar karena keduanya dalam ranah ijtihadiyah furu’iyah, “pendapat saya benar tetapi ada salah nya, pendapat saya salah tapi ada benarnya”. Masalah ijtihadiyah yang masih dibolehkan, yang tidak boleh dibesar-besarkan.

            Tingkat kedua, masuk dalam ranah haq dan bathil. Ini sudah masuk perkara ushul. Orang yang melakukan kebatilan dalam islam, maka ia sesat, meski ia seoarang muslim. Kalau masalah ushul ini sudah pada masalah mengingkari keimanan, maka sudah jelas perbedaan Kuffur, Kaffir, dan Mukmin. Saat ini sunni dan syiah sudah pada taraf perbedaan tentang masalah Ushul ini. Seperti imamah, dalam syiah imamah masuk dalam ranah rukun iman.

            Yang ketiga masalah sahabat nabi, sahabat inilah yang meriwayatkan al-qur’an jika syiah tidak percaya pada sahabat nabi, maka batal juga kepercayaannya pada Al-qur;an. Dan terakhir adalah ahlul bait, hanya anak husain yang menjadi ahlul bait, sedangkan dari anak dan cucu Rasulullah yang lain tidak menjadi ahlul bait.

            “Barang siapa yang tidak mengakui keimanan Ali dan anak2 (anak2 husain dan imamah syiah) nya maka ia adalah kuffur dan musyrik di neraka” (Biharul anwar).
            Pada saat ini pun, istilah Syiah memiliki perkembangan terminologi, yang pertama dari segi pengertian bahasa, Syiah berarti pendukung atau pengikut bisa disebut juga sebagai pembela, atau berpihak. Hal itu menjadikan pada masa diawal masa fitnah para sahabat, kata syiah digunakan dalam pengertian bahasa ini, sehingga ketika itu dikenalah istilah syiah Ali, dan Syiah Muawiyah. Namun yang terjadi pada saat ini, syaih sudah termonopoli dan menjadi ciri khas tertentu yaitu agama “Syiah”

            Jelas sekali disini terdapat perbedaan mendasar antara sunni dengan syiah, jika apa yang kita jalankan dan apa yang dijalankan oleh sahabat Nabi, adalah  sesuatu hal yang salah, maka jelas, syiah benar-benar berbeda dengan kita (Muslim) dan jika seandainya para sahabat Rasulullah, seperti ummar, abu bakar dan utsman menjadi musuh bersama ali maka, jelaslah bahwa Rasul gagal dalam membina sahabat-sahabatnya. Pada faktanya Nabi tak pernah bermasalah dengan sahabat. Dan tidak masuk akal jika para sahabat tidak masuk surga seperti yang diklaim oleh syiah itu sendiri.

            Wallahua’lam ...

Referensi :

(1)   Mengenal dan mewasadai Penyimpangan Syiah di Indonesia (buku panduan dari Majlis Ulama Indonesia, 2013)

Kamis, 13 November 2014

Sistem Informasi Psikologi (DATA BASE)

 Dimasa arus globalisasi ini, perkembangan teknologi informasi semakin maju. Seiring perkembangan zaman, proses kerja manusia menjadi semakin rumit jika tanpa bantuan komputerisasi dalam menyelesaikan pekerjaan mereka. Inilah yang menjadi alasan mengapa sebuah sistem Informasi yang secara canggih terkomputerisasi menjadi sesuatu yang amat urgent dan begitu diandalkan. Sebagai salah satunya adalah Data base.

            Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi. Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

            Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

            Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut. (Sumber Wikipedia)
Dibawah ini, penulis membuat contoh salah satu Data Base, Data base yang digunakan sebagai contoh adalah “DATA BASE RENTAL MOBIL”

       Database dalam sebuah usaha rental mobil ini berfungsi sebagai struktur data penyewaan yang sudah disusun secara rapih dan terorganisir. Agar nantinya dapat diolah menjadi sebuah relasi atau hubungan dari database yang satu dengan yang lainnya, dan juga dapat dipelihara didalam sebuah aplikasi DBMS (Database Management Sistem). Adapun table-table yang nantinya akan dibuat dalam sebuah database ialah :

1. Tabel Penyewa

Id_Penyewa (PK)
Nm_penyewa
Alamat_penyewa
No_telp
Jenis_SIM
P001
AMSAR
Jl.H.Juanda-Jakarta
021-723498
SIM A
P002
FAHMI
Jl.Kampung Baru-Jakarta
021-95672802
SIM B
P003
FERRY
Jl.Panjang-Jakarta
0856-6676234
SIM A
P004
BAMBANG
Jl.Pengasinan-Depok
0813-76490221
SIM A
P005
CAHYONO
Jl.H.Kana-Tangerang
021-85649083
SIM A
P006
DADANG
Jl.H.Mencong-Tangerang
021-435672
SIM A
P007
HERMAN
Jl.Pakubuwono-Bogor
0253-9345873
SIM A
P008
YUYUNG
Jl.Srengseng Raya-Jakarta
0878-5521343
SIM A
P009
WARNO
Jl.Ir.Soekarni-Pamulang
0858-6709600
SIM A

2. Tabel Transaksi

Id_Transaksi (PK)
Id_Penyewa (FK)
Nip_Pegawai (FK)
Kode_Mobil (FK)
No_Pembayaran (FK)
T001
P003
RM00010
A002
KW200
T002
P001
RM00102
A005
KW106
T003
P009
RM00103
A003
KW056
T004
P007
RM00110
A001
KW008
T005
P002
RM00120
A004
KW190
T006
P004
RM11110
A003
KW012
T007
P006
RM11112
A002
KW057
T008
P008
RM11114
A001
KW046
T009
P005
RM00010
A004
KW201

3. Tabel Pegawai

NIP_PEGAWAI
NAMA_PEGAWAI
JABATAN
ALAMAT_PEGAWAI
Gaji_PEGAWAI
RM00010
Heru Priyanto Wibowo
KEPALA STAFF
Jl.Mawar Merah-Depok
 Rp          3.500.000
RM00102
Heni Aprianti
OPERATOR
Jl.Margonda-Depok
 Rp          1.200.000
RM00103
Rukmini
OPERATOR
Jl.Pamulang1-Bogor
 Rp          1.200.000
RM00110
Herman Santoso
DRIVER
Jl.Pangrango-Jakarta
 Rp          2.000.000
RM00120
Budi Stiadi
DRIVER
Jl.Surabaya-Bogor
 Rp          2.000.000
RM11110
Maman
MEKANIK
Jl.Jurang Mangu-Tangerang
 Rp          1.500.000
RM11112
Andi Hidayat
MEKANIK
Jl.H.Mean-Depok
 Rp          1.500.000
RM11114
Yanto
MEKANIK
Jl.Srengseng-Jakarta
 Rp          1.500.000

4. Tabel Mobil

Kode_Mobil (PK)
Jenis_Mobil
Merk_Mobil
No_Polisi
A001
MB. SUZUKI
Suzuki
B22882WE
A002
MB. KIJANG
Toyota
B36278ITA
A003
S. BMW
BMW
B237394WT
A004
PICK UP
Hino
B738930TO
A005
BUS
New Armada
B244579HI

5. Tabel Pembayaran

No_Pembayaran (PK)
Harga_Mobil
Tgl_Sewa
Tgl_Pengembalian
Diskon/hari
Jumlah_Bayar
KW200
Rp            400.000
05-08-10
07-08-10
12%
Rp. 1.500.000
KW106
Rp        2.500.000
17-08-10
24-08-10
20%
Rp. 9.500.000
KW056
Rp          700.000
06-10-10
11-10-10
10%
Rp. 3.000.000
KW008
 Rp        300.000
24-11-10
25-11-10
15%
Rp. 2.75.000
KW190
Rp          200.000
31-10-10
03-11-10
25%
Rp. 4.20.000
KW012
Rp          700.000
07-01-10
09-01-10
10%
Rp. 9.00.000
KW057
Rp          400.000
16-10-010
18-10-10
5%
Rp. 7.75.000
KW046
Rp          300.000
11-07-10
19-07-10
10%
Rp. 1.450.000
KW201
Rp           200.000
20-08-10
21-08-10
20%
Rp.  1.90.000

Keterangan : 
PK : adalah "PRIMARY KEY" field kunci / utama dari suatu tabel yang menunjukkan bahwa field yang menjadi kunci tersebut tidak bisa diisi dengan data yang sama, / dengan kata lain Primary key menjadikan tiap record memiliki identitas sendiri-sendiri yang membedakan satu sama lainnya (unik).
            Primary Key berguna pada saat menampilkan record hasil pencarian (searching), pengurutan (sorting), dan berbagai operasi query lainnya. Dengan memilih rimary key, proses pencarian, pengurutan dan proses penampilan data dan lainnya berlangsung lebih cepat. Satu tabel tidak boleh memiliki lebih dari satu primary key, karena primary key merupakan variable data yang menjadi identitas utama dari tabel tersebut.

PK : Adalah “FOREIGN KEY”  satu attribute yang melengkapi satu relationship yang menunjukan ke induknya.

*Tulisan Ini dibuat sebagai Tugas mata kuliah Softskill Sistem Informasi Psikologi