Sabtu, 18 Oktober 2014

Masyarakat "Barat" Tak Layak Dicontoh

Jika dilihat secara jeli, tak dapat dimunafikan secara material negara-negara barat adalah negara yang luar biasa. Memiliki kemajuan dalam berbagai hal seperti teknologi informasi juga dalam segi perekonomian. Namun disatu sisi tidak pula bisa dipungkiri sebagian besar mereka mengidap penyakit kronis secara psikologis, moral yang sedemikian parah rusaknya, dari mulai pergaulan bebas, seks yang begitu liar sampai pada tindak kriminalitas yang semakin tinggi menjulang. Kekerasan dalam rumah tangga, alkohol narkoba, depresi hingga strees tingkat tinggi dialami oleh mayoritas masyarakatnya. Tentu saja penyakit akut ini telah dialami sejak lama bahkan hingga saat ini semakin menggebu ...

Tidak layak negeri-negeri Muslim mengagumi apalagi meniru masyarakatnya.

            Bisa dikatakan masyarakat kapitalis barat sedang menderita sakit kronis. Kenapa? Masyarakat barat kapitalis, sekuler, juga liberal mayoritas masyarakatnya benar-benar sedang tenggelam dalam lautan masalah sosial dan moral. Hal ini bisa disebabkan oleh nilai dan sistem hukum. “Negara2 kasus eksploitasi dan kekerasan seksual terhadap perempuan. Di AS satu orang wanita diperkosa setiap 2 menit, dipukuli setiap 15 detik, dan 13 wanita dibunuh oleh mitra mereka setiap harinya. Di inggris satu orang wanita diperkosa atau penghadapi upaya pemerkosaan setiap 10 menit. Diseluruh eropa satu dari empat wanita menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Negara-negara barat juga tengah menderita perilaku hilangnya rasa hormat, perilaku anti sosial dan kurang nya tanggung jawab terhadap orang lain” (Dr. Nazreen nawaz, central media perwakilan, Hizbut Tahrir).

            Mungkin Begitu frontal hal ini ketika disambungkan dengan kesalahan pada sistem, namun itulah fakta yang bisa dilhiat oleh mata yang cerdas dan jeli dalam menilai realitas. Tidak bisa dimunafikan akibat implementasi dari sistem liberal kapitalis yang diusung oleh barat. Maka benar-benar memporak-porandakan keadaan negara dari yang semestinya. Sistem ini yang jelas memihak pada kesenangan maksimum individu dari masyarakat sebagai tujuan utama. Maka wajar ketika diskriminasi menjadi sesuatu yang “biasa” terjadi.  Sistem yang diterapkan menggunakan standar baik dan buruknya disesuaikan dengan keinginan manusia itu sendiri. Didalam sistem ini kepentingan ekonomi adalah menjadi pijakan dasar sebagai pemuasan individu sebagai konsekuensinya maka terkikis nya rasa tanggung jawab terhadap orang lain, sibuk dengan diri sendiri hingga hal ini menimbulkan pola pikir yang begitu berbahaya “lakukan apapun, kepada siapapun, untuk tujuan apapun”.

Menjadi kan diri sebagai individu yang “materalistik dan konsumeristik” hingga hal ini mencapai puncak tertinggi nya yaitu kejahatan kepada masyarakat hingga akibat nya pengabaian terhadap anak2, orang tua lanjut usia sampai pada hak-hak tetangga yang merupakan bagian dari masyarakat. Disamping itu materi dan uang sebagai acuan dasar untuk menilai segala hal menjadikan para perempuan dengan mudah nya dieksploitasi dan direndahkan martabatnya. Sampai tak memiliki kemuliaan sebagai wanita. Tubuh nya menjadi ajang hiburan, tontonan dalam industri kecantikan dan seks. Hal ini lah yang menyebabkan turunnya nilai dalam masyarakat atas dasar konstribusi kekerasan terhadap perempuan.

Bagaimana barat memecahkan masalah seperti ini?

            Dalam memandang masalah ini negara-negara barat gagal dalam memahami dan mengetahui akar permasalahan yang mendasar, yang menjadi sebab dari bobroknya masyarakat yang semakin hari semakin merajalela. Selama negara-negara barat masih menggunakan sistem sekularisasi, maka begitu mustahilnya kasus-kasus diatas mampu terselesaikan hingga bersih. Jurang dalam yang menghancurkan masyarakat mereka, adalah hasil dari ideologi yang mereka besarkan sendiri, dalam penyelesainnya selalu saja pragmatis dan tambal sulam terhadap masalah. Solusi parsial yang membentuk masalah baru dalam kehidupan selanjutnya, sebagai contoh ketika aksi kejahatan merajalela maka hanya memberi kamera CCTV dijalan dan di segala sudut, agar pelakunya tertangkap, bahkan ketika dihukum, hukumannya pun tak setimpal. sama hal nya seperti mengajarkan pendidikan seks bahkan memasukan dalam kurikulum sebagai solusi maraknya pergaulan dan seks bebas yang terjadi dalam dunia remaja. Hal seperti inilah yang diberikan oleh liberal kapitalis.

Peran dan konstribusi muslim di barat dalam menanggapi masalah ini.

            Tidak sedikit masyarakat muslim dibarat yang berusaha dengan ghiroh nya untuk mampu memberikan konstribusi perubahan terhadap masyarakat yang sekuler, muslim yang terlibat dalam diskusi dengan masyarakat ditingkat grass root, dikampus, atau bahkan didalam suatu lembaga yang mengkaji secara serius dalam perubahan untuk meningkatkan kesadaran akan kegagalan dalam cara hidup yang sekuler. Para muslim disana pun sampai pada tahap memberikan argumentatif cerdas, menawarkan solusi yang akan menyeluruh tersistemik, sistem terbaik yang ada di seluruh penjuru dunia. Ketika ideologi islam menjadi model untuk mampu menyelesaikan masalah kenegaraan seperti politik, hukum, perekonomian, serta masalah sosial lainnya. Dengan menanamkan nilai-nilai keislaman dan berjuang untuk menghapus pemahaman-pemahaman yang diluar kaidah islam yang sebenarnya pun masih ada dalam kalangan muslim dibarat. Sekalipun hal tersebut mampu membatu beberapa orang namun, perlu ekstra kerja keras agar mampu  melawan arus kebangkrutan sosial yang sudah tersistem.

Bagaimana Islam menjadi solusi?

            Islam adalah sesempurna nya agama, yang memiliki segala solusi untuk permasalahan ummat. Didalam Islam tujuan hidup adalah menggapai Ridho Allah, bukan terbatas kepada kepuasan individu dalam mencapai materi. Maka dari itulah standar untuk segala perbuatan manusia bukan azaz manfaat, atau bahkan kepentingan pribadi. Melainkan ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat, dengan halal haram yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Dengan inilah yang nantinya akan membentuk prinsip pertanggung jawaban dihadapan Allah kelak, karena Allah lah yang memiliki otoritas tertinggi bagi hamba Nya.

            Dengan jelas Islam menolak kebebasan, karena pada hakikatnya manusia harus terikat pada aturan. Bukan pada kebebasan yang merajalela hingga pada akhirnya menghancurkan manusia itu sendiri. Islam mendorong manusia agar taat pada syariat untuk kebaikan. Dengan menghindari kebebasan seperti narkoba, seks bebas, penindasan, diskriminasi, dan lain sebagainya, sangat jauh berbeda dengan nilai-nilai ukum sekuler yang penuh dengan kecacatan, pemberian solusi tambal sulam yang tak jelas, bahkan ideologi sekular pun memahami hakikat individu dengan kebebasan. Islam secara jelas memaparkan hakikat diri manusia, sehingga manusia memiliki tujuan hidup jelas dan mulia. Dengan standar yang telah ditentukan oleh syariat. Manusia mampu memecahkan masalah yang terjadi dalam kehidupannya.

            Akhirnya dari sistem islam inilah lahir manifestasi keimanan manusia secara global. Manusia mampu menjalani hidupnya dengan damai dan tenang karena atas dasar keimanan mereka. Dari pengetahuan manusia mampu memecahkan persoalan hidup dengan cara yang lebih baik.

            Ketika islam dijadikan sebuah tatanan atau sistem dalam suatu negara maka terpenuhilah segala kebutuhan manusia, dari mulai pengaplikasian keimanan mereka secara kaffah sampai pada penjagaan aqidah, karena hal ini terbantu oleh kekuasaan sang khalifah. Islam akan semakin menjadi rahmatan lilalamin, menjadi peradaban gemilang yang memuliakan manusia, dengan aman, beradab, harmonis serta sehat.

*Tulisan tahun 2012 lalu, sewaktu masih ikut aktif mengkaji di Hizbut Tahrir dengan teman-teman, memang sii masih agak blunder dan penuh dengan judment,,, yaa namanya juga belajar hehehe ^_^

Jumat, 17 Oktober 2014

Sistem Informasi Psikologi

Psikologi       
 
            Pada masa dewasa ini, perkembangan ilmu psikologi semakin luas dan melebarkan diri. Titik fokus muncul nya ilmu psikologi pada masa dulu rupanya telah mengalami pergesaran pembahasan, psikologi yang dulu berfokus pada ilmu jiwa, telah merembak pembahasannya hingga masalah perilaku manusia dengan hubungannya pada lingkungan hingga pada kondisi sosial manusia tersebut, bahkan sampai saat ini Ilmu psikologi menjadi ilmu yang berdiri sendiri namun masih ada hubungannya dan tetap berkolerasi dengan disiplin ilmu lain, seperti filsafat, antropologi, sosial, politik, dan budaya serta ilmu lain yang dibahas secara aspek psikologis tema tersebut.

            Ilmu psikologi memang bagian dari ilmu pengetahuan, untuk pada masa sekarang ilmu psikologi telah melalui banyak perjalanan panjang, bahkan sebelum bapak Wundt, tokoh psikologi yang mendirikan laboratorium nya pada tahun 1879, di Jerman. yang disebut sebagai kelahiran psikologi sebagai ilmu. Hingga pandangan tentang manusia dapat ditelusuri hingga zaman yunani kuno. Sejak zaman Aristoteles pun disiplin ilmu psikologi sudah mulai dikenal sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk kekuatan hidup (Leven Beginsel). Aristoteles memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala – gejala kehidupan. Jiwa adalah unsur kehidupan (Anima), karena itu tiap – tiap makhluk hidup mempunyai jiwa. Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa (Barat) dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika.

Sistem Informasi

            Jika kita ingin menjabarkan tentang sistem informasi, maka perlu diketahui sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan tertentu, sedangkan Informasi adalah sekumpulan data yang diolah untuk mendapatkan hasil bagi pengguna. Maka dapat disimpulkan sistem informasi merupakan sekumpulan elemen untuk mengolah data yang berguna bagi pengguna untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

            Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.

Bagaimana Sistem Informasi berhubungan dengan Ilmu Psikologi?

            Ketika suatu sistem terintegrasi dengan baik dan mampu menyediakan banyak manfaat bagi pengguna, terutama untuk mendukung sistem operasi manusia, managemen dalam organisasi, dan sebagainya,dalam tatanan kehidupan nyata, sistem informasi menjadi erat kaitannya dengan psikologi pada saat penggunaan pemanfaatnya sebagai contoh, penggunaan tes psikologi secara virtual, dan berbagai macam alat tes psikologi yang menggunakan teknik komputerisasi. Seperti hal nya tes psikologi papikostik, yang menggunakan teknik komputerisasi, hal ini jelas secara langsung mempengaruhi ilmu psikologi itu sendiri yang memiliki kaitan erat dengan sistem informasi.

            Selain itu contoh lainnya adalah makin banyak nya perusahaan-perusahaan yang menggunakan software tentang alat tes agar terjadi efisiensi waktu dalam penyeleksian calon tenaga kerja, adapula contoh lainnya mungkin dengan sistem konseling online yang sekarang ini banyak beredar dan banyak hadir di situs jejaring sosial. Hal-hal diatas merupakan sebagian contoh penggunaan sistem informasi dalam bidang psikologi saat ini. Dimana, ilmu psikologi juga berkembang berkat adanya perkembangan yang sangat pesat dari ilmu komputer itu sendiri.


            Tidak dipungkiri, memang secara disiplin ilmu yang berdiri sendiri antara sistem informasi dan psikologi memiliki kajian objek dan aspek yang berbeda, akan tetapi dalam beberapa hal teknologi informasi itu, mampu membantu disipin ilmu psikologi sebagai penunjang dalam upaya pengembangan ilmu psikologi itu sendiri, hal inilah mengindikasikan ada kaitan erat antara Sistem informasi dengan ilmu psikologi.

*Tulisan ini dibuat sebagai TUGAS mata Kuliah SoftSkill Sistem Informasi Psikologi

Sabtu, 13 September 2014

“Ghazwul Fikri, sebuah cara melepaskan Al-qur’an dari kaum muslim”

“Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, sedangkan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. Ia-lah yang telah mengutus Rosul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas semua agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai”. (At Taubah 32-33)

            Arus globalisasi yang semakin menunjukan kebebasan nya dimasa dewasa ini, benar-benar telah membawa perubahan amat besar, perubahan yang tak lazim untuk manusia. Terutama mereka kaum muslimin. Kebebasan yang dielukan nyatanya membius sebagian masyarakat kita hingga terberdaya oleh iming-iming kenikmatan syahwat dunia. Lupa bahwa pada fitrahnya manusia adalah mahluk terikat dengan hukum, manusia membutuhkan aturan dalam setiap gerak agar menjadi terarah.

            Begitu gamblang dimata kita, bahwa kerusakan dalam tatanan sosial masyarakat nyata adanya, pergaulan bebas, yang menggiring para pemuda untuk melakukan aktivitas seks bebas, kenakalan remaja, pembunuhan dan pelecehan, seolah menjadi pemandangan hal biasa yang harus tertelan pahit-pahit. Tak hanya itu serangan kerusakan ini juga masuk dalam ranah pemikiran dan aqidah kaum muslimin, kekeliruan dalam memahami Islam, serta meringkihnya moralitas semakin memperparah keadaan. maka wajarlah sehingga semakin tergilaslah roda keimanan kaum muslimin dengan fenomena yang makin marak, sepanjang bilangan hari.

            Tidak dinafikan upaya ini adalah berkat berhasilnya andil ghazwul fikri (perang pemikiran) yang begitu gencar menyerbu kaum muslimin, para penggiat sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan) menampilkan wajah asli mereka dengan mengusung tema kebebasan, mencecoki ummat dengan berbagai macam pemikiran yang merusak aqidah dan kebenaran itu sendiri.

            Belum lama ini, isu yang ditampilkan oleh salah satu perguruan tinggi Islam negri, oleh fakultas ushuludin dengan “Tuhan Membusuk” nya telah berhasil menyita perhatian publik bahwa perang pemikiran ini benar-benar terjadi, kebebasan berfikir yang telah melampaui batas membuat mereka tak menyadari bahwa mereka berdiri diatas kesalahan, tidak memahami secara benar wahyu Allah menjadi pemicu utama, kerancuan dan kekeliruan dalam ilmu dan adab sehingga menggiring sikap mereka pada kefuturan iman, bergaya layaknya intelektual seolah kritis dalam memberikan opini pada masyarakat umum, namun nyata nya hal ini adalah upaya pendistorsian makna kebenaran Islam.

            Hal ini nampak wajar bagi mereka, karena tujuan mereka adalah menghancurkan dan menindih kebenaran Islam dengan kebatilan, melalui gazhwul fikri ini lah mereka masuk dalam ranah akademik, mengambil celah untuk merusak melalui pemikiran dikalangan mahasiswa.

            Tidak hanya itu saja hal serupa juga terjadi pada isu terbaru seorang mahasiswa Perguruan tinggi negri dari fakultas hukum, yang mengajukan legalisasi pernikahan beda agama, meminta agar negara segera mengesahkan secara hukum pernikahan beda Agama, tentu saja hal ini adalah sebuah isu yang selama ini dianggap sensitif dikalangan masyarakat. Karena jelas, isu seperti ini amat bertentangan dengan kultur dan budaya masyarakat kita yang mayoritas beragama Islam, akan nampak sesuatu yang aneh dan salah jika hal ini benar diwujudkan, namun justru hal ini tidak terlihat aneh bagi mereka penggiat kebebasan karena cara berfikir mereka yang membentuk nya.

            Memang tidak pandang bulu, perang pemikiran yang terjadi saat ini benar-benar akan menggerogoti ketaqwaan seorang muslim jika tak ditampis dengan hal yang serupa, artinya kaum muslim harus ekstra berjuang menampik arus pemikiran yang kontras dengan akidah Islam itu sendiri. Karena musuh-musuh Allah akan lakukan berbagai macam cara untuk menumbangkan Islam agar Islam benar-benar ditinggalkan oleh pemeluknya.

            Maha benar Allah dengan Firman Nya : “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).” Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 120)

            Tidak kaget tentunya kita ummat muslim dengan banyak nya serangan dari  para musuh-musuh Allah, karena memang sudah jelas Islam adalah sebuah Ideologi yang tak mudah untuk dihancurkan, benteng pertahanan ummat Islam tidak akan hancur jika hanya sekedar melalui perang fisik dan penjajahan, melainkan musuh-musuh Allah mengetahui cara jitu untuk merusak ummat Islam dari dalam, yaitu ketika Al-qur’an jauh dari dada kaum muslimin, maka saat itulah hancurnya ummat Islam diseluruh dunia. Dan upaya itu sudah ditempuh oleh para musuh Allah melalui ghazwul fikri.

            Maka seharusnya bagi kita, adalah sebuah kewajiban kita untuk menjaga agama Allah sebagai bentuk pembuktian iman kita pada Nya, ummat islam memiliki banyak pekerjaan mulia untuk tetap mempertahankan eksistensi Islam dimuka bumi ini.

            “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imron :104)


wallahua'lam bishowab...

*seri penulisan essai kuliah "Sekolah Pemikiran Islam" #IndonesiaTanpaJIL

Minggu, 17 Agustus 2014

Pluralisme Agama - Sebuah Dogma yang dipaksakan

Istilah “Pluralisme” yang sekarang tak asing lagi terdengar ditelinga kita, nampak amat menggiurkan bak angin segar yang berada pada gemuruhnya panas dan debu yang bertabrakan, nyatanya istilah itu amat dibanggakan dan diagungkan oleh sekelompok masyarakat kita penggiat kebebasan, dan kesalahan dalam memahami toleransi menyikapi perbedaan.

            Pengertian pluralisme begitu menohok dan ditelan mentah-mentah tanpa saring melalui ilmu oleh sebagian orang muslim yang tergiur oleh pemikiran barat, seakan-akan yang berasal dari barat adalah sebuah cermin peradaban yang amat sempurna lagi cantik. Yang menjadi hangat dalam perbincangan para kaum yang mengaku sangat toleran adalah tentang pluralisme agama. Dimana ia merupakan sebuah jalan tengah sebagai pengakuan menuju Tuhan yang satu, namun jalan yang ditempuh penuh inovasi dan berbeda.

            Mengacu pada Pluralisme Agama, yang dikemukaan oleh DR. Adian Husaini “Pluralisme Agama” (Religius pluralism) adalah sebuah istilah khusus dalam kajian agama-agama. Sebagai terminologi khusus, istilah ini tidak dapat dimaknai sembarangan,  misalnya disamakan dengan istilah makna “toleransi”, “saling menghormati” (mutual respect), dan sebagainya. Sebagai paham (isme) yang membahas cara pandang terhadap agama-agama yang ada, istilah “pluralisme agama” telah menjadi pembahasan panjang dikalangan para ilmuan dan studi agama-agama (religius studies). Dan memang meskipun ada sejumlah definisi yang bersifat sosiologis, tetapi yang menjadi perhatian para peneliti dan tokoh agama adalah pluralisme yang meletakan kebenaran agama-agama sebagai kebenaran relatif dan sebagian pemeluk pluralisme mendukung akan paham sikretisasi agama.

            Bahaya yang amat mengakar dari pemahaman ini ketika sudah menjangkiti pemikiran seorang muslim adalah mengasumsikan bahwa semua agama didunia ini sama, tidak heran jika nantinya ia akan berfikir Jalan menuju Tuhan meski berbeda-beda namun ia tetap sah dan benar, ia akan mengatakan bahwa Agama adalah persepsi manusia yang relatif terhadap Tuhan yang mutlak, artinya bagi setiap orang amat dilarang mengklaim atau menganggap Agama nya lah yang paling benar dari Agama lain. Atau menganggap Agama yang dianutnya adalah agama yang benar. Bahkan Charles Kimball mengatakan agama yang jahat (evil) adalah agama yang mengklaim kebenaran secara mutlak atas agamanya sendiri.

            Paham pluralisme agama, ternyata ia tidak hanya menyerbu pemikiran ia yang mengaku muslim saja, bahkan seorang tokoh yahudi Franz Rosenweig, menyatakan bahwa “agama yang benar adalah yahudi dan kristen, Islam hanyalah suatu tiruan dari agama kristen dan yahudi”. Amat jelas terbaca bahwa tokoh yahudi tersebut menganggap agama itu satu, hanya terpecah menjadi banyak jalan. Paham pluralisme agama juga ditolak mentah-mentah oleh gereja katolik, dalam katolik “Yesus Kristus adalah satu-satunya pengantar keselamatan Ilahi dan tidak ada orang yang bisa ke Bapa selain melalui Yesus”.

            Pada era yang serba modernisasi ini, perkembangan pemikiran amat melesat jauh layaknya Plurasime agama yang begitu dahsyat nya menjurus ke sela-sela masyarakat kristen dan barat hal ini disebabkan setidaknya oleh beberapa hal seperti, bentuk traumatik sejarah oleh gereja pada masa pertengahan serta ditambah dengan adanya konflik antara khatolik dan protestan pada masa itu, selain itu nampak pula adanya problema teologis kristen dan pada teks bibel yang bermasalah. Sehingga ketika Geraja benar-benar berkuasa dimasa pertengahan para tokoh gereja telah banyak membuat kekeliruan dan kekerasan yang akhirnya semakin memicu konflik kekerasan lantas menimbulkan trauma masyarakat barat terhadap klaim atas kebenaran pada agama tertentu.
            Problema yang teramat kompleks ini, ternyata diadopsi secara mentah oleh masyarakat muslim yang taramat “silau” dan bangga atas peradaban barat yang maju, sehingga terjadi kekeliruan dalam cara pandang dan mengikuti langkah-langkah yang salah. Yang perlu kita cermati adalah paham pluralisme agama merupakan sebuah proyek sitematik dan global yang membutuhkan anggaran dana begitu amat besar. Di Indonesia sendiri pemahaman ini amat berkemabang secara pesat, karena tidak dipungkiri bahwa aliran dana dari lembaga-lembaga masyarakat barat memang menyokong dan mendukung dalam penyebaran pemahaman ini.

            Didalam Islam sendiri, amat jelas terdefiniskan makna tauhid itu, Allah berfirman dalam QS. Ali-Imran : 85 “ Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi”
            Allah swt, juga berfirman “sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam” (QS.Ali-Imran:19). Begitu gamblangnya Allah menjelaskan ayatnya, yang lantas disusul pula dalam sabda Rasulullah bahwa “Islam adalah bahwasanya engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah...” (HR. Muslim)

            Dalam konsep agama Islam mustahil sekali untuk menyatakan bahwa semua isme (paham) atau agama adalah benar dan merupakan jalan yang sama-sama sah menuju Tuhan, sebab pada faktanya ada perbedaan mendasar antara mengakui dan menerima keberagaman beragama dengan mengakui kebenaran semua agama. Sebagai seorang muslim yang Allah karuniakan akal tentu kita harus memilah secara cerdas mana sebuah pemikiran yang batil dan layak dibuang dan mana yang benar sesuai koridor hukum syara, jangan sampai karena “bangga” nya kita kepada kemajuan barat lantas iman mudah sekali tergadai dan terjual atas nama kemaslahatan yang disebut “toleransi”.

Wallahua’lam bishowab ..



Kembali Menulis

Hal yang sering menjangkiti pikiran saat semua ide untuk menulis itu tiba-tiba menghilang, mungkin itu bukan hal aneh, bahkan dialami oleh setiap penulis, sama seperti pemilik blog ini, menulis kadang menjadi hobinya, namun kala semangat menurun alias futur kepercayaan diri tiba-tiba jari serasa kaku untuk sekedar mengetik keyboard beberapa paragraf kalimat untuk mengisi blog.

            Tetapi yang penting dari itu semua, tidak hanya sekedar kita menulis apa, melainkan apa yang kita tulis dapat memberi efek kebermanfaatan untuk orang lain dengan apa yang kita tulis, mungkin iya bagi pemula, apa saja yang ada diotak jemari tangan langsung menari di keyboard, akan lebih baik lagi ketika seseorang sudah memiliki ciri khas dirinya terutama pemahaman, pemikiran, ilmu, maka itulah yang akan mencerminkan bagaimana kualitas tulisannya. Jadi menulis tidak hanya sekedar menulis, tapi tulisan itu memiliki ruh yang mampu menghipnotis pembaca untuk membuka wawasan, menambah informasi atau maklumat yang masuk pada long term memory otak akan terpanggil saat dibutuhkan.

            Benar saja, apa yang dikatakan oleh michael cricthon sang penulis legendaris di novel “Jurasic Park” ia ungkapakan tentang motivasi menulis “sebuah karya akan memicu inspirasi, teruslah berkarya, jika kamu berhasil. Teruslah berkarya, jika kamu gagal pun, teruslah berkaya, jika engkau tertarik teruslah berkarya, dan jika engkau bosan teruslah berkarya”. Jadi dalam menulis apapun itu sebenenarnya tak memiliki kesia-siaan sedikitpun, ia justru akan menjadi pembiasaan kita menggerakan kemampuan otak untuk berfikir.

            Untuk memompa semangat yang sudah sedikit luntur memang tidak mudah, semua akan dikembalikan pada diri kita, ada kemauan untuk membuat habits atau tidak, penjadwalan yang teratur dan pemaksaan terhadap diri sendiri kadang menjadi hal yang efektif, karena untuk membentuk kebiasaan awalnya memang tak mudah, kita perlu tertatih merangkak dalam mengerjakannya. Tapi kita akan temukan hasil diakhir yang memukau. Mungkin sekedar untuk memotivasi diri sendiri tulisan ini dibuat, untuk melanjutkan estafet kesungguhan penulis untuk menyimpan ilmu dengan mengikatkannya pada lembaran-lembaran paragraf bacaan yang semoga bagi setiap yang membacanya menjadi sebuah “harta” meski itu tak amat berharga ...

            Seorang muslim yang baik ia lah yang mengerti hakikat waktu untuk apa ia hidup. Kemana ia akan melabuhkan akhir dari perjalanan nya didunia ini, tentu ia amat faham bahwa Allah swt, adalah tujuan akhir yang paling menyemangati baginya, surga firdausy adalah dambaan jiwanya, hingga ia tak akan sia-siakan waktu untuk sebuah kemungkaran dan penghianatan waktu yang diberikan oleh Rabb nya. Semoga kita sama-sama belajar bagaimana menghargai waktu, karena ia akan habis jika sudah saat yang ditentukan, mengindahkan waktu dengan menggoreskan ilmu dan segala bentuk perwujudan aktivitas ibadah yang Allah ridhai, waktu akan membunuh jasad mu, tapi ia tak akan mampu memusnahkan ilmu yang engkau wariskan dengan pena ketika ia diteruskan oleh pewaris peradaban agar mengalir lah ia pada jiwa-jiwa yang haus akan tentang Nya, hingga kita benar-benar akan bertemu didalam jannah Nya. Insya Allah..


Kembali renungkan makna surat Al-ashr...

Selasa, 15 April 2014

PSIKOTERAPI DAN KONSELING

               Psikoterapi merupakan salah satu modalitas terapi yang terandalkan dalam tatalaksana pasien psikiatri disamping psikofarmaka dan terapi fisik. Sebetulnya dalam kehidupan sehari-hari, prinsip-prinsip dan beberapa kaidah yang ada dalam psikoterapi ternyata juga digunakan, antara lain dalam konseling, pendidikan dan pengajaran, atau pun  pemasaran.
            Dalam praktek, psikoterapi dilakukan dengan percakapan dan observasi. Percakapan dengan seseorang dapat mengubah pandangan, keyakinan serta perilakunya secara mendalam, dan hal ini sering tidak kita sadari. Beberapa contohnya, antara lain seorang penakut, dapat berubah menjadi berani, atau, dua orang yang saling bermusuhan satu sama lain, kemudian dapat menjadi saling bermaafan, atau, seseorang yang sedih dapat menjadi gembira setelah menjalani percakapan dengan seseorang yang dipercayainya. Bila kita amati contoh-contoh itu, akan timbul pertanyaan, apakah sebenarnya yang telah dilakukan terhadap mereka sehingga dapat terjadi perubahan tersebut?  Pada hakekatnya, yang dilakukan ialah pembujukan atau persuasi. Caranya dapat bermacam-macam, antara lain dengan memberi nasehat, memberi contoh, memberikan pengertian, melakukan otoritas untuk mengajarkan sesuatu, memacu imajinasi, melatih, dsb.  Pembujukan ini dapat efektif asal dilakukan pada saat yang tepat, dengan cara yang tepat, oleh orang yang mempunyai cukup pengalaman.  Pada prinsipnya pembujukan ini terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dalam berbagai bidang, dan dapat dilakukan oleh banyak orang.
            Dalam dunia kedokteran, komunikasi antara dokter dengan pasien merupakan hal yang penting oleh karena percakapan atau pembicaraan merupakan hal yang selalu terjadi diantara mereka. Komunikasi berlangsung dari saat perjumpaan pertama, yaitu sewaktu diagnosis belum ditegakkan hingga saat akhir pemberian terapi. Apa pun hasil pengobatan, berhasil atau pun tidak, dokter akan mengkomunikasikannya dengan pasien atau keluarganya; hal itu pun dilakukan melalui pembicaraan. Dalam keseluruhan proses tatalaksana pasien, hubungan dokter-pasien merupakan hal yang penting dan sangat menentukan, dan untuk dapat membentuk dan membina hubungan dokter-pasien  tersebut, seorang dokter dapat mempelajarinya melalui prinsip-prinsip psikoterapi.
            Sejak berabad yang lalu, para ahli telah menyadari bahwa psikoterapi berperan penting pada penyembuhan gangguan-gangguan pikiran dan perasaan, dan dokter berperan penting dalam hal itu (A healer is a person to whom a sufferer tells things; and out of his or her listening, the healer develops the basis for therapeutic interventions. The good listener is the best physician for those who are ill in thought and feeling).  Oleh karena itu dahulu psikoterapi sering disebut sebagai the talking cure. Psikoterapi diterima sebagai ilmu dan ketrampilan tersendiri, sebagai pengembangan lebih lanjut dari prinsip-prinsip the talking cure tersebut, oleh karena terdiri atas teknik-teknik dan metode khusus yang dapat diajarkan dan dipelajari.       
            Mengapa psikoterapi penting dipelajari? Psikoterapi merupakan alat yang dapat membantu dan penting dipelajari khususnya oleh dokter dan para profesional lain yang berperan dalam kesehatan dan kesehatan jiwa, namun perlu pula diingat bahwa teknik dan metodenya yang tertentu dan bermacam-macam tersebut memerlukan waktu yang cukup lama untuk dapat dipelajari dan dipraktekkan dengan baik. Tentunya, dengan hanya membaca buku ajar yang singkat ini tidaklah mungkin mencakup keseluruhan hal mengenai psikoterapi, namun setidaknya prinsip-prinsip dasar psikoterapi dapat dipahami, untuk dapat diaplikasikan dalam praktek sehari-hari, sehingga dapat turut menunjang upaya peningkatan mutu pelayanan kepada pasien.

            Secara non spesifik, psikoterapi dapat menambah efektivitas terapi lain; sebagai suatu yang spesifik atau khusus, sebagaimana telah disebutkan di atas, psikoterapi merupakan rangkaian teknik yang digunakan untuk mengubah perilaku (catatan: teknik merupakan rangkaian tindakan yang dibakukan untuk mendapatkan perubahan tertentu, bukan urutan perubahan alamiah, sehingga harus dilatih untuk mencapai ketrampilan optimal). Dengan psikoterapi, seorang dokter akan dapat memanfaatkan teknik-teknik untuk meningkatkan hasil yang ingin dicapainya. Bila seorang dokter tidak mengerti atau memahaminya, sebetulnya bukan hanya tidak akan menambah efektivitas terapinya, melainkan setidaknya dapat menghindarkan hal-hal yang dapat merugikan pasiennya.  

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN PSIKOTERAPI ?
            Banyak definisi yang dikemukakan oleh para ahli. Antara lain yaitu bahwa psikoterapi adalah terapi atau pengobatan yang menggunakan cara-cara psikologik, dilakukan oleh seseorang yang terlatih khusus, yang menjalin hubungan kerjasama secara profesional dengan seorang pasien dengan tujuan untuk menghilangkan, mengubah atau menghambat gejala-gejala dan penderitaan akibat penyakit. Definisi yang lain yaitu bahwa psikoterapi adalah cara-cara atau pendekatan yang menggunakan teknik-teknik psikologik untuk menghadapi ketidakserasian atau gangguan mental.
            Psikoterapi disebut sebagai pengobatan, karena merupakan suatu bentuk intervensi, dengan berbagai macam cara dan metode - yang bersifat psikologik - untuk tujuan yang telah disebutkan di atas, sehingga psikoterapi merupakan salah satu bentuk terapi atau pengobatan disamping bentuk-bentuk lainnya dalam ilmu kedokteran jiwa khususnya, dan ilmu kedokteran pada umumnya.  
            Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, talking cures telah digunakan orang sejak berabad yang lalu. Misalnya, Soranus dari Ephesus, seorang dokter pada abad pertama Masehi, menggunakan percakapan atau pembicaraan untuk pasien-pasiennya dan mengubah ide-ide yang irasional dari pasien depresi. Kini, dalam terapi kognitif (salah satu jenis psikoterapi), terapis menelusuri cara berpikir yang irasional pada pasien-pasien depresi dan membimbing mereka agar kemudian dapat mengatasinya sendiri.
            Bermula dari Sigmund Freud, pada akhir abad ke-sembilanbelas, yang memaparkan teori psikoanalisisnya, psikoterapi kian berkembang hingga kini. Teknik dan metode yang dicetuskan oleh Freud dapat dikatakan merupakan dasar dari psikoterapi, yang tampaknya, dalam praktek sehari-hari masih tetap digunakan sebagai dasar, apa pun teori yang dianut atau menjadi landasan atau pegangan bagi seseorang yang melakukan psikoterapi .

JENIS-JENIS PSIKOTERAPI
a. Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, psikoterapi dibedakan atas:
1. Psikoterapi Suportif:
Tujuan:
- Mendukung funksi-funksi ego, atau memperkuat mekanisme defensi yang ada
- Memperluas mekanisme pengendalian yang dimiliki dengan yang baru dan lebih baik.
- Perbaikan ke suatu keadaan keseimbangan yang lebih adaptif.
Cara atau pendekatan: bimbingan, reassurance, katarsis emosional, hipnosis, desensitisasi, eksternalisasi minat, manipulasi lingkungan, terapi kelompok.
2.  Psikoterapi Reedukatif:
Tujuan:
Mengubah pola perilaku dengan meniadakan kebiasaan (habits) tertentu dan membentuk kebiasaan yang lebih menguntungkan.
Cara atau pendekatan: Terapi perilaku, terapi kelompok, terapi keluarga, psikodrama, dll.
3. Psikoterapi Rekonstruktif:
Tujuan :
Dicapainya tilikan (insight) akan konflik-konflik nirsadar, dengan usaha untuk mencapai perubahan luas struktur kepribadian seseorang.
Cara atau pendekatan: Psikoanalisis klasik dan Neo-Freudian (Adler, Jung, Sullivan, Horney, Reich, Fromm, Kohut, dll.), psikoterapi berorientasi psikoanalitik atau dinamik.

Konseling:
            Merupakan proses membantu seseorang untuk belajar menyelesaikan masalah interpersonal, emosional dan memutuskan hal tertentu.
Fokus pada masalah klien atau pasien.
Percakapannya merupakan percakapan dua arah.
Bentuknya  terstruktur, yaitu terdiri atas: menyambut, membahas, membantu menetapkan pilihan, mengingatkan.
Bertujuan membantu klien untuk mengenal dirinya, memahami permasalahannya, melihat peluang dan mencari alternatif penyelesaiannya.
Memerlukan kemampuan melakukan komunikasi interpersonal. Konseling dilakukan dalam suasana yang menjamin rasa aman dan nyaman

Tujuan:
         - Membantu kemampuan klien atau pasien untuk mengambil keputusan yang     bijaksana dan realistik.
         - Menuntun perilaku klien/pasien agar mampu mengemban konsekuensinya
         - Memberikan informasi dan edukasi
Terdapat dua tipe konseling:
a. Pengarahan untuk mengatasi kesulitan pengambilan keputusan
b. Konseling untuk membantu  seseorang  dalam  suatu  pilihan  yang  vital

Terapi interpersonal:
Dilakukan  terhadap  pasien  yang  mengalami  konflik  saat  ini dengan pihak-pihak lain yang bermakna sehingga ia mengalami kesulitan dalam beradaptasi terhadap perubahan-perubahan dalam karier atau peran sosial atau perubahan hidup lainnya. Banyak dilakukan terhadap depresi sedang dan berat.

Intervensi krisis:
Dilakukan terhadap pasien yang sedang mengalami suatu krisis dan memerlukan tindakan segera (catatan: krisis yaitu suatu respons terhadap keadaan bahaya atau penuh risiko dan dirasakan/dihayati sebagai keadaan yang menyakitkan, agar tercapai kembali keadaan seimbang (emotional equilibrium). Dalam terapi ini kita harus secepatnya membina hubungan interpersonal yang adekuat serta mengerti peran psikodinamik dan hubungannya terhadap krisis yang terjadi. Teknik yang dilakukan yaitu reassurance, sugesti, manipulasi lingkungan dan medikasi psikotropik. Kita ajarkan kepada pasien untuk menghindari situasi yang berbahaya untuk mencegah terjadinya kembali krisis di masa yang akan  datang.

SIMPULAN
            Telah diuraikan dasar-dasar psikoterapi secara singkat dan terbatas. Psikoterapi memang merupakan ilmu dan ketrampilan tersendiri yang bermanfaat untuk pasien-pasien  dengan problem kejiwaan khususnya dan problem kesehatan pada umumnya. Ilmu dan ketrampilan ini dapat diajarkan dan dipelajari namun memerlukan waktu yang tidak sedikit, ketekunan serta kepribadian terapis yang juga tidak kalah pentingnya.
            Untuk dokter umum  yang bertugas sebagai ujung tombak dalam sistem pelayanan kesehatan di tanah air, psikoterapi penting untuk dipelajari, walaupun memerlukan waktu yang khusus dan cukup lama untuk mempelajari kembali karena terdiri atas teknik-teknik dan metode tertentu. Oleh karena itu, minimal konseling dan psikoterapi suportif hendaknya dapat dipahami dengan baik. Psikoterapi dapat menambah efektivitas terapi lain; bila serang dokter tidak memahaminya, bukan hanya tidak akan menambah efektivitas terapinya, melainkan setidaknya diharapkan dapat menghindarkan hal-hal yang dapat merugikan pasiennya.
            Dalam melakukan wawancara dalam praktek sehari-hari dengan pasien, beberapa hal yang perlu diingat antara lain bahwa wawancara mengandung makna terapeutik selain untuk pengambilan data dalam upaya penegakan diagnosis. Komunikasi antara dokter-pasien adalah penting. Dalam berhadapan dengan pasien, hendaknya kita senantiasa membina hubungan interpersonal dengan optimal, mengerti dan sadar apa yang kita bicarakan, bagaimana cara penyampaiannya, bilamana, serta dalam konteks apa kita menyampaikan pernyataan atau pertanyaan-pertanyaan kita. Hendaknya kita perlu belajar memantau hal-hal tersebut agar ucapan-ucapan dan sikap kita terhadap pasien sedapat-dapatnya beralasan profesional dan sesedikit mungkin tercampur oleh unsur-unsur yang berasal dari respons emosional subyektif kita.
            Ketrampilan  yang  perlu  dilatih terus-menerus ialah dalam mendengarkan dengan cermat (empathic listening). Dengan mendengar dengan teliti, disertai observasi yang cermat, serta didasari oleh pengetahuan yang memadai tentang psikologi, psikopatologi dan proses-proses kejiwaan, kita akan mendapat gambaran yang tepat dan menyeluruh tentang pasien.
            Setelah melakukan wawancara dengan pasien, hendaknya kita dapat membuat konklusi tentang keadaan mental pasien {seberapa cemas, apakah ia dalam keadaan depresi, bingung (confuse), marah, atau bahkan tidak mengerti harus berbuat apa}; setelah itu tentunya kita harus mengetahui langkah apa yang harus kita perbuat untuk menolongnya.

PUSTAKA ACUAN
1.      Kaplan H.I. & Sadock BJ Psychotherapies, in Comprehensive Textbook of Psychiatry, Chapter 31, Eight Edition, Vol.2, William & Wilkins, Baltimore, 2004,  1767-70.
2.      Gabbard G.O. Individual Psychotherapy, in Psychodynamic Psychiatry Clinical Practice - The DSM - IV Edition, American Psychiatric Press, 2000, 91-5.
3.      Lubis DB & Elvira SD. Penuntun Wawancara Psikodinamik dan Psikoterapi. Balai Penerbit FKUI, 2005: 10-12
4.      Elvira SD. Kumpulan Makalah Psikoterapi, Balai Penerbit FKUI, 2005: 5,7, 9.
5.      Gabbard GO. Long-Term Dynamic Psychotherapy, American Psychiatric Press, 2004, 91-5.
6.      Jackson SW. The Listening Healer in the History of Psychological Healing. Am J of Psychiatry: Dec. 1992
7.      Green B. Psychotherapy, in Problem-based Psychiatry, Churchill Livingstone, Medical Division of Pearson Professional Ltd., 1996, 140-3.
8.      Wolberg L.R. What is Psychotherapy?  in  The Technique os Psychotherapy, Part One, Grune & Stratton, New York, San Fransisco, London,1977,  3-4, 15-6
9.      Lubis D.B. Wawancara  Psikiatrik, dalam Pengantar  Psikiatri  Klinik, Balai  Penerbit  FKUI,  1989, 58-9, 97, 106, 112.
10.  Janis I.L. Problems of Short-term Counseling, in Short-term Counseling, Yale University Press, New Haven and London, 1983, 8-10.
11.  Karasu T.B.  Psychotherapies:  An Overview,  American J. Psychiatry, 134 : 8, 1977,  857- 8.
12.  Weissman M.M. & Markowitz, J.C., Interpersonal Psychotherapy, Current status, Arch. Gen. Psychiatry, 51, 1994, 599 - 601. 
13. Makalah Psikoterapi oleh SYLIVIA D. ELVIRA 14/04/2014

Minggu, 09 Maret 2014

antara setara dan melengkapi

tidak sedikit perempuan yang protes (berarti banyak yaa...) ga terkecuali yang muslimah juga .. hingga akhirnya minta setara dengan yang laki-laki ..

Wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki .. soalnya Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti itulah intan permata bandingannya dengan seorang wanita ..

Wanita perlu minta ijin dari suami apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya .... Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada Ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada Bapaknya ????!!

Wanita menerima warisan lebih sedikit dari pada lelaki .. tetapi tahukah bahwa harta itu akan menjadi miliknya dan tidak perlu diserahkan kepada suami? Sementara suami apabila menerima warisan ia wajib juga menggunakan hartanya untuk istri dan anak-anaknya ???

Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak .. tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala mahluk, malaikat dan seluruh mahluk Allah dimuka bumi ini, dan tahukah jika ia meninggal karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya ..

Diakherat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu : Istrinya, Ibunya, Anak Perempuannya dan Saudara Perempuannya. Artinya , bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya. ...

Seorang Wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui pintu mana saja yang disukainya cukup dengan 4 Syarat saja, yaitu : Sholat 5 waktu, Puasa di bulan Ramadhan, taat kepada Suaminya dan menjaga Kehormatannya ..

Seorang lelaki wajib berjihad di jalan Allah, sementara bagi wanita jika taat kepada suami serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLOH SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad di jalan Alloh tanpa perlu mengangkat senjata ..

Masya'Allah… ! demikian sayangnya ALLAH SWT kepada wanita …..

Yakinlah bahwa sebagai Dzat yang Maha Pencipta sudah pasti Allah Maha Tahu akan segala yang diciptakan-Nya sehingga peraturan-Nya adalah yang terbaik bagi manusia ..

wanita itu sudah mulia, semakin mulia dengan ISLAM .. maka harusnya tidak perlu protes menuntut yang lebih, ini pun karunia yan sudah LEBIIIHHH dari cukup ..

TIDAK PERLU ADA KESETARAAN antara Laki-laki dan perempuan.. masing2 sudah ada tugas untuk saling melengkapi.. dan bagi yang suka protes dan masih menggaungkan kesetaraan gender!

ASLI sia-sia, karena itu teori SAMPAH peradaban barat, justru menghinakan perempuan itu sendiri .. maka sungguh bahagianya ia yang muslimah ..